Fenomena balap liar di jalan raya masih menjadi tantangan besar bagi keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai kota besar, termasuk di wilayah Riau. Sebagai organisasi yang menaungi hobi otomotif, Ikatan Motor Indonesia di wilayah ini telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk meredam aksi berbahaya tersebut. Kini, tingkat Efektivitas Kampanye tersebut mulai dipantau secara ketat untuk melihat sejauh mana perubahan perilaku para remaja dan pemuda di jalan raya. Langkah ini bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan lebih kepada pendekatan edukatif untuk menyalurkan energi dan minat balap ke wadah yang lebih resmi dan aman.
Program Anti Balap Liar yang dijalankan melibatkan kolaborasi erat dengan pihak kepolisian daerah dan berbagai komunitas motor lokal. Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah dengan menyediakan fasilitas latihan resmi di sirkuit-sirkuit yang tersedia dengan biaya yang sangat terjangkau. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan alasan keterbatasan dana yang sering dijadikan dalih oleh para pelaku balap liar. Selain itu, pemberian edukasi mengenai risiko kecelakaan fatal dan dampak hukum dari balapan di jalan umum terus digencarkan melalui berbagai platform media sosial dan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Riau.
Keberhasilan program ini kini tengah Diuji melalui data angka kecelakaan dan frekuensi penertiban di lapangan selama beberapa bulan terakhir. Hasil sementara menunjukkan adanya penurunan titik-titik kumpul balap liar di beberapa ruas jalan protokol di Pekanbaru. Namun, tantangan masih tetap ada pada daerah-daerah pinggiran yang minim pengawasan. Oleh karena itu, IMI Riau terus melakukan evaluasi terhadap metode penyampaian pesan agar lebih mudah diterima oleh kalangan milenial dan Gen Z. Pendekatan yang lebih humanis dan mengajak mereka untuk menjadi atlet profesional alih-alih menjadi pelaku kriminal jalanan terbukti lebih efektif dalam jangka panjang.
Pihak pengurus menyadari bahwa untuk menghentikan balap liar secara total diperlukan solusi yang komprehensif. Selain kampanye digital, penyelenggaraan ajang balap resmi skala kecil namun rutin di tingkat kabupaten/kota menjadi salah satu solusi nyata. Dengan memberikan panggung bagi mereka yang memiliki bakat, rasa bangga karena berprestasi secara resmi akan menggantikan sensasi semu dari balapan ilegal. IMI juga menggandeng para mantan pelaku balap liar yang kini telah menjadi pembalap resmi untuk menjadi mentor dan berbagi pengalaman mengenai bahaya yang mereka hadapi dulu. Hal ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa jalan raya adalah fasilitas umum, bukan sirkuit balap.