Di balik gemuruh suara mesin dan sorak-sorai penonton di tribun, ada sosok-sosok yang berdiri tegak di pinggir lintasan dengan mengenakan seragam berwarna cerah. Mereka adalah para marshal, pahlawan tanpa tanda jasa yang memastikan jalannya perlombaan tetap aman dan sesuai prosedur. Menyadari pentingnya peran ini, pengembangan sumber daya manusia di bidang pendukung otomotif di Provinsi Riau kini mulai difokuskan pada peningkatan kualitas petugas lapangan melalui program kelas marshal. Program ini dirancang untuk membekali para pemuda lokal dengan keterampilan teknis dan mentalitas profesional agar mampu bertugas di ajang balap berskala internasional.
Untuk bisa terjun ke dunia ini, ada beberapa syarat menjadi petugas yang harus dipenuhi, mulai dari ketahanan fisik yang prima hingga kecerdasan dalam mengambil keputusan cepat. Di bawah pembinaan IMI Riau, para calon marshal diwajibkan mengikuti pelatihan intensif yang mencakup teknik pemadaman api, penanganan medis dasar, hingga kemampuan komunikasi menggunakan sinyal bendera dan radio. Kondisi cuaca di Riau yang sering kali panas menuntut para petugas untuk memiliki stamina yang luar biasa agar tetap fokus selama berjam-jam di pinggir lintasan tanpa kehilangan konsentrasi sedikit pun.
Salah satu fokus utama dalam kurikulum tahun 2026 adalah pemahaman terhadap dinamika balap modern. Seorang marshal tidak hanya bertugas mengangkat kendaraan yang jatuh, tetapi juga harus mampu menganalisis insiden secara objektif untuk dilaporkan kepada pimpinan perlombaan (Race Director). Ketepatan laporan ini sangat menentukan apakah sebuah balapan harus dihentikan sementara (red flag) atau cukup dengan peringatan tertentu. Oleh karena itu, integritas dan ketajaman mata menjadi modal utama bagi mereka yang ingin meniti karier sebagai petugas sirkuit dunia. Kesalahan kecil dalam memberikan sinyal bisa berakibat fatal bagi keselamatan para pembalap yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Selain aspek teknis, kerja sama tim juga menjadi materi wajib dalam pelatihan di Riau. Seorang marshal harus mampu berkoordinasi dengan petugas medis, pemadam kebakaran, dan tim evakuasi dalam hitungan detik setelah terjadi kecelakaan. Dalam situasi darurat, tidak ada waktu untuk ragu. Mereka dilatih melalui berbagai simulasi skenario terburuk agar saat hari pertandingan tiba, mereka sudah memiliki prosedur tetap yang mendarah daging. Keandalan petugas lapangan inilah yang menjadi standar penilaian federasi internasional saat mereka melakukan inspeksi terhadap sebuah sirkuit sebelum dinyatakan layak menggelar ajang internasional.