Penyusunan Tips Hemat BBM ini dilakukan dengan melibatkan para ahli mesin dan pembalap profesional yang memahami cara kerja mesin secara efisien. Salah satu aspek yang paling ditekankan adalah perubahan perilaku berkendara atau eco-driving. Menjaga putaran mesin tetap stabil, menghindari pengereman mendadak, serta mengatur kecepatan agar tetap berada di zona hijau speedometer adalah langkah sederhana namun berdampak besar pada penghematan bahan bakar. Dalam panduan yang dirilis oleh IMI Riau, ditekankan bahwa cara seseorang mengoperasikan pedal gas dapat mempengaruhi konsumsi bensin hingga 20 persen lebih irit jika dilakukan dengan teknik yang benar.
Selain faktor perilaku, kondisi teknis kendaraan memegang peranan vital dalam efisiensi energi. Melalui Panduan IMI Riau, para pengendara diingatkan untuk selalu mengecek tekanan angin pada ban. Ban yang kurang angin menciptakan hambatan gulir yang lebih besar, sehingga mesin harus bekerja lebih keras dan membakar lebih banyak bensin. Begitu juga dengan pemilihan oli mesin yang tepat dan pembersihan filter udara secara rutin. Di wilayah Riau yang memiliki suhu udara cukup panas, kondisi sistem pendingin mesin juga sangat berpengaruh; mesin yang mengalami panas berlebih cenderung menjadi lebih boros karena proses pembakaran yang tidak optimal.
Menghadapi tantangan Harga Energi 2026, panduan ini juga menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur beban kendaraan. Membawa barang yang tidak perlu di dalam bagasi hanya akan menambah beban kerja mesin yang berujung pada konsumsi BBM yang sia-sia. Selain itu, penggunaan pendingin udara (AC) juga perlu diatur secara proporsional. Pada kecepatan rendah di area perkotaan yang padat, mengatur suhu AC pada level yang moderat dapat membantu menghemat daya aki dan beban mesin, sehingga efisiensi bensin tetap terjaga meskipun dalam kondisi lalu lintas macet.
IMI Riau juga mendorong para anggotanya untuk mulai memanfaatkan teknologi aplikasi navigasi guna mencari rute tercepat dan terhindar dari kemacetan. Menghabiskan waktu lama di kemacetan dengan mesin yang menyala (idling) adalah salah satu penyumbang pemborosan BBM terbesar. Kampanye ini juga dibarengi dengan edukasi mengenai penggunaan jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi rasio kompresi mesin. Menggunakan bensin dengan oktan yang terlalu rendah dari standar pabrikan justru dapat menyebabkan mesin “ngelitik” atau knocking, yang tidak hanya merusak komponen mesin tetapi juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi tidak efisien.