IMI menyoroti perlunya standarisasi teknis untuk campervan mengingat populasi kendaraan ini yang semakin banyak di Indonesia. Pertumbuhan pesat tren road trip dan gaya hidup van life membuat regulasi menjadi krusial. Standarisasi teknis adalah langkah fundamental untuk menjamin keamanan pengguna, mencegah modifikasi yang membahayakan, dan memastikan kualitas kendaraan yang beredar di jalan raya.
Adanya riwayat bahwa modifikasi kendaraan, termasuk campervan, seringkali dilakukan tanpa pengawasan yang memadai telah menimbulkan potensi risiko. Tanpa standarisasi teknis yang jelas, ada kekhawatiran terhadap instalasi listrik, gas, sistem air, hingga struktur kendaraan itu sendiri. Hal ini meminimalisir dampak negatif pada keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya, yang sangat penting untuk keselamatan bersama.
Pemerintah menyediakan dukungan melalui lembaga seperti Kementerian Perhubungan dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk merumuskan regulasi yang relevan. IMI, dengan kepemimpinan yang proaktif seperti Bamsoet atau Moreno Soeprapto, dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan komunitas builder atau pengguna campervan. Standarisasi teknis ini akan melibatkan berbagai pihak untuk mencapai kesepakatan yang komprehensif.
Pertumbuhan komunitas campervan juga didukung oleh Dukungan Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX), yang menjadi wadah bagi pelaku industri modifikasi. IMX dapat menjadi platform untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya modifikasi yang sesuai standar. Ini sejalan dengan upaya pengembangan digital motorsport, yang juga menunjukkan adaptasi IMI terhadap tren otomotif modern dan inovatif, menunjukkan peran IMI yang menyeluruh.
Manfaat dari standarisasi teknis ini sangat luas. Pertama, ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk campervan yang dimodifikasi. Kedua, akan menciptakan level playing field yang adil bagi para builder profesional, membedakan mereka dari modifikator non-standar. Ini juga menjamin keselamatan dalam penggunaan campervan di jalan, sehingga pengguna dapat merasa aman dan nyaman.
Selain itu, standarisasi teknis akan mempermudah proses legalisasi dan registrasi campervan. Kendaraan yang memenuhi standar akan lebih mudah mendapatkan izin layak jalan, menghindari masalah hukum di kemudian hari. Ini akan mendorong pertumbuhan industri campervan yang lebih teratur dan profesional, sehingga industri ini dapat berkembang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dapat bersaing dengan industri lain.
Tantangan dalam implementasi standarisasi teknis adalah beragamnya praktik modifikasi yang ada dan resistensi dari pihak-pihak tertentu. Diperlukan sosialisasi yang masif dan edukasi yang berkelanjutan agar semua pihak memahami urgensi dan manfaat dari standar ini. Adanya riwayat kerja sama yang baik antara IMI dan pemerintah akan sangat membantu dalam mengatasi tantangan kompleks ini, memastikan setiap tantangan dapat dihadapi dengan baik.